jpnn.com, JAKARTA - Fenomena rentenir dan praktik pinjaman informal masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.
Bagi kelompok masyarakat yang belum bankable, keterbatasan dokumen, agunan, skala usaha, hingga literasi keuangan sering kali menjadi penghalang untuk mendapatkan pembiayaan yang aman dan terarah.
Akibatnya, pilihan yang dianggap cepat di awal justru dapat berubah menjadi persoalan yang menghambat perkembangan usaha.
Di tengah kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Mekaar hadir sebagai akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro.
PNM Mekaar memberikan layanan pembiayaan tanpa agunan, berbasis kelompok, serta didampingi melalui Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM).
Lebih dari sekadar modal, PNM juga menghadirkan pemberdayaan melalui pelatihan, pendampingan usaha, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan kapasitas usaha.
PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan dengan jaringan layanan yang menjangkau 58 kantor cabang dan 6.165 kecamatan di Indonesia.
Sepanjang 2025, PNM juga telah melaksanakan pelatihan sebanyak 52.394 kali dengan jumlah peserta mencapai 1.853.170 orang.







































