jabar.jpnn.com, BOGOR - Rankaian kegiatan bedah buku karya Prof. Dr. Ir. Sajogyo mulai digelar di kawasan IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk kembali mengangkat pemikiran dan gagasan almarhum mengenai pembangunan desa, ketahanan pangan, hingga perbaikan gizi masyarakat Indonesia.
Acara yang berlangsung dalam suasana diskusi dan tanya jawab itu menghadirkan sejumlah akademisi serta peneliti yang membahas kontribusi besar Prof Sajogyo dalam perkembangan ilmu sosiologi pedesaan di Indonesia.
Prof Sajogyo dikenal luas sebagai “Bapak Sosiologi Pedesaan Indonesia”.
Melalui Sajogyo Institute, pemikiran almarhum kini kembali dihidupkan dan diperkenalkan ke tingkat global melalui seminar internasional yang melibatkan pembicara dari berbagai negara.
Pemikiran Prof Sajogyo yang tertuang dalam empat buku disebut menjadi salah satu fondasi lahirnya berbagai program pembangunan desa di Indonesia, seperti Koperasi Unit Desa (KUD), pos pelayanan terpadu (posyandu), hingga sejumlah lembaga sosial di pedesaan.
Selain itu, gagasan Prof Sajogyo mengenai perbaikan gizi keluarga yang dicetuskan sejak 1984 melalui studi evaluasi program disebut memiliki keterkaitan dengan konsep Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini dijalankan pemerintahan Prabowo Subianto, meskipun dengan metode pelaksanaan yang berbeda.
Penulis buku Prof Sajogyo sekaligus Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, Ivanovich Agusta, mengatakan almarhum pernah menjabat sebagai Rektor IPB pada periode 1965 hingga 1966.





































