jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (19/5).
Mata uang Garuda tersebut mengalami penurunan sebesar 38 poin dan berakhir di level Rp 17.705 per dolar AS.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan faktor eksternal menjadi pemicu utama yang mendorong rupiah jatuh hingga melampaui level Rp 17.700.
Menurut Ibrahim, pasar sudah apatis terhadap pernyataan Trump mengenai negosiasi perdamaian perang antara Iran dan Amerika Serikat.
"Pasar pun juga masih apatis terhadap pernyataan Trump yang berubah-ubah," kata Ibrahim saat dihubungi Jpnn.com, Selasa (19/5).
Selain faktor pernyataan politik, Ibrahim menyebut ketegangan militer di Timur Tengah turut memperparah keadaan.
Terjadi serangan drone terhadap pembangkit tenaga nuklir di Uni Emirat Arab, serta terbongkarnya dua pangkalan militer Israel di Gurun Irak yang menciptakan ketegangan tersendiri.
Secara global, situasi ini sangat mendukung penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah.








































