jateng.jpnn.com, PATI - Kondisi banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menunjukkan perkembangan positif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat jumlah desa terdampak banjir mulai berkurang seiring menurunnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
Dari sebelumnya mencapai 60 desa, kini jumlah desa terdampak berkurang menjadi 58 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan penurunan tersebut berdasarkan hasil pendataan terbaru yang dilakukan tim di lapangan.
“Data sebelumnya pada Rabu (21/1) tercatat ada 60 desa terdampak. Berdasarkan pendataan terakhir pada Sabtu (24/1), jumlahnya berkurang menjadi 58 desa,” ujar Martinus, Selasa (27/1).
Dia menjelaskan sejak banjir pertama kali melanda pada 9 Januari 2026, dampaknya sempat meluas hingga 136 desa di 12 kecamatan.
Namun, seiring menurunnya curah hujan di wilayah Pati dan sekitarnya, kondisi banjir berangsur surut dan wilayah terdampak terus menyusut.
Adapun sebaran desa terdampak saat ini meliputi Kecamatan Pati sebanyak tujuh desa, Kecamatan Juwana 17 desa atau berkurang dari sebelumnya 23 desa, Kecamatan Kayen lima desa, Kecamatan Jakenan delapan desa, Kecamatan Sukolilo tiga desa, Kecamatan Dukuhseti lima desa, serta Kecamatan Gabus sebanyak 13 desa.
Sementara itu, jumlah rumah terdampak banjir tercatat mencapai 6.883 rumah, dengan total 9.170 keluarga atau sekitar 25.698 jiwa. Untuk jumlah pengungsi, BPBD mencatat sebanyak 562 keluarga atau 1.335 jiwa, yang tersebar di sejumlah tempat pengungsian maupun mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak banjir.







































