jpnn.com, JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin tidak ada pemangkasan kuota ekspor gas pada 2026 ini.
Hal ini menurut Bahlil berbeda saat 2025 silam, karena untuk memenuhi kebutuhan LNG nasional.
“Saya janji 2026 tidak akan ada lagi pemotongan kuota ekspor untuk market atau pun yang sudah dikontrakkan ke luar negeri,” ujar Bahlil di Tangerang, Banten, Rabu (20/5).
Bahlil mengakui pada 2025 sempat terjadi dinamika terkait pemenuhan kontrak ekspor gas.
Pada 2025, pasokan LNG dalam negeri mengalami defisit sebanyak 50 kargo. Defisit LNG disebabkan oleh eskalasi permintaan domestik yang melebihi perencanaan pemerintah.
Di sisi lain, pengelola wilayah kerja (WK) gas bumi yang menghasilkan LNG terlanjur menjalin kontrak ekspor.
Kontrak ekspor LNG terlanjur dijalin sebab pada masa perencanaan pengembangan atau plan of development (POD) WK, pengelola WK harus memastikan kejelasan pasar untuk LNG.
Ketika WK berada dalam fase POD, pasar dalam negeri belum bisa menyerap LNG yang dihasilkan.







































