Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah & REE di Bangka

2 days ago 37

Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah & REE di Bangka

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Utama PT Arsari Tambang Aryo P. S. Djojohadikusumo. Dok: source for JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Arsari Tambang Aryo P. S. Djojohadikusumo mengungkap rencana perusahaan membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang (rare earth elements/REE) di Bangka sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan penguatan teknologi mineral Indonesia.

Menurut dia, keberadaan pusat riset menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya saing industri timah nasional di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi global.

“Bayangin, industri timah Indonesia sudah ada selama 150 tahun dan kita tidak punya pusat riset timah,” kata Aryo dalam presentasinya saat menjadi pembicara dalam forum industri pertambangan dan metalurgi Met Connex 2026 di JCC, Jakarta, Selasa (12/5).

Dia mengatakan Arsari Tambang menargetkan pusat riset tersebut dapat menjadi basis pengembangan teknologi timah dan pengolahan logam tanah jarang yang selama ini masih terbatas di dalam negeri.

Menurut Aryo, rare earth elements merupakan salah satu produk sampingan timah yang memiliki nilai strategis tinggi untuk masa depan industri global, terutama dalam mendukung transisi energi dan teknologi tinggi.

Beberapa unsur yang disebutkannya antara lain neodymium (NdPr) dan dysprosium yang dibutuhkan dalam berbagai perangkat teknologi dan industri energi.

“Semoga kami bisa mendapatkan manfaat dari itu. Salah satu hal yang kami lakukan adalah berinvestasi membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang di Bangka,” ujarnya.

Aryo menilai Indonesia perlu mulai menguasai teknologi hilir berbasis timah, termasuk pengembangan solder untuk industri semikonduktor yang memerlukan formulasi campuran logam (alloy) dengan standar tinggi.

PT Arsari Tambang bakal membangun pusat riset timah dan rare earth element di Bangka.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |