jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold masih diperlukan demi menguatan sistem presidensial.
Hasto berkata demikian saat berdialog dengan media massa seusai memimpin rapat konsolidasi internal PDI Perjuangan Kalimantan Timur di Samarinda, Senin (2/2).
"Parliamentary threshold tetap diperlukan dalam rangka konsolidasi demokrasi dan meningkatkan penguatan sistem presidensial tersebut," kata Hasto melalui keterangan persnya, Senin.
Namun, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menyebutkan PDIP belum bisa menentukan batas ideal ambang batas parlemen.
"Hanya berapa besarannya, PDIP masih melakukan kajian," ujar Hasto.
Adapun, Hasto didampingi Sekretaris dan Bendahara DPD PDIP Kaltim Ananda Emira Moeis dan Edy Damansyah ketika berdialog dengan wartawan.
Alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu juga didampingi dua tokoh muda PDIP Elwin Setia Avietta dan Cintya Amanda Labetta.
Hasto di akhir dialog melaksanakan penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada perwakilan jurnalis sebagai bagian dari Gerakan Merawat Pertiwi.













































