jpnn.com, ANKARA - Kemungkinan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran akan dibahas dalam rapat kabinet Turki yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Senin, kata sumber diplomatik Turki kepada RIA Novosti.
Pada Minggu, portal berita Axios melaporkan bahwa Turki, Mesir, dan Qatar dikabarkan berupaya mengatur pertemuan antara Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan pejabat tinggi Iran di Ankara pekan depan.
Turki tidak memiliki informasi lebih lanjut tentang kabar tersebut, kata sumber di pemerintahan Turki kepada RIA Novosti.
"Rapat kabinet akan membahas ancaman AS terhadap Iran, serta perkembangan terbaru di kawasan. Sikap Turki yang menentang intervensi militer dan mendukung diplomasi serta dialog akan ditegaskan kembali," kata sumber itu.
Dalam konteks ini, para menteri juga akan membahas hasil kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi ke Istanbul akhir pekan lalu, pembicaraannya dengan Menlu Hakan Fidan dan Presiden Erdogan, serta panggilan telepon Erdogan dengan Presiden AS dan Presiden Iran, menurut sumber.
Pada Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan "armada besar" sedang menuju Iran.
Namun, ia mengaku berharap Iran bersedia berunding dan menandatangani kesepakatan, termasuk yang terkait dengan pengabaian total senjata nuklir.
Trump memperingatkan bahwa jika kesepakatan soal program nuklir Iran tidak tercapai, setiap serangan AS di masa depan terhadap Iran akan "jauh lebih buruk" dibandingkan serangan sebelumnya. (ant/dil/jpnn)













































