bali.jpnn.com, YOGYAKARTA - Keberhasilan Persebaya melakukan revans atas tuan rumah PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-18 Super League 2025-2026, Minggu (25/1) sore lalu masih jadi bahan perbincangan suporter.
Persebaya secara meyakinkan membungkam tim rising star, PSIM, di kandangnya sendiri dengan skor telak 3 – 0.
Tiga gol Persebaya dicetak Gali Freitas menit ke-34, pemain anyar Bruno Paraiba menit ke-74 dan Rachmat Irianto menit ke-84.
Gol terakhir The Green Force yang dicetak putra legenda Persebaya, almarhum Bejo Sugiantoro, Rachmat Irianto bahkan diprediksi menjadi gol terbaik musim ini.
Rian, sapaan akrabnya melakukan solo run hampir sepertiga lapangan lalu masuk ke kotak penalti lawan meski dikepung empat pemain dan menjebol gawang PSIM Yogyakarta yang dikawal kiper Cahya Supriadi.
Aksi spektakuler Rachmat Irianto mencetak gol dengan cara luar biasa tak hanya mengundang decak kagum Bonek maupun Bonita, tetapi juga pelatih Bernardo Tavares.
Bernardo Tavares mengaku takjub dengan apa yang dilakukan Rachmat Irianto dan menyebut pemainnya sebagai Maradona-nya Persebaya.
“Kalau saya melihat gol hari ini dan saya belum pernah melihat Rian sebelumnya.









































