jpnn.com, JAKARTA - Seorang pelajar bernama Darren Ismaya Karmaina dari Jakarta Intercultural School (JIS) menginisiasi Water Guardian, sebuah inisiatif sosial yang berupaya menerjemahkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan dan masyarakat menjadi aksi nyata. Aksi nyata itu berawal dari kepedulian terhadap persoalan air bersih dan sanitasi di masyarakat.
Implementasi pertama Water Guardian diwujudkan melalui pembangunan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) bagi masyarakat di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat yang telah diresmikan pada Sabtu (5/9).
Proyek ini berangkat dari ketertarikan Darren terhadap persoalan akses air bersih dan sanitasi serta Sustainable Development Goal (SDG) 6: Clean Water and Sanitation.
Namun, Darren tidak ingin Water Guardian berhenti pada kampanye kesadaran.
“Apa yang sebenarnya bisa dilakukan seorang pelajar untuk membantu menghadapi persoalan nyata di masyarakat? Dari pertanyaan tersebut, Water Guardian berkembang dari sebuah gagasan menjadi proyek nyata melalui kolaborasi dengan masyarakat, tokoh setempat, pemerintah daerah, mitra CSR, serta berbagai pihak yang mendukung pelaksanaannya,” kata Darren di Jakarta, Senin (7/9).
Sebelumnya, groundbreaking fasilitas Water Guardian dilakukan pada Juni 2026 dengan melibatkan unsur
pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan warga.
Setelah melalui proses pembangunan, fasilitas MCK tersebut kini telah selesai dan memasuki tahap operasional.
Namun bagi Darren, selesainya pembangunan bukan merupakan akhir dari Water Guardian.

















































