jpnn.com, JAKARTA - Sorotan terhadap kualitas pelayanan publik di Ibu Kota kembali mencuat. Kali ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyoroti kondisi internal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang dinilai perlu segera diperiksa dan dibenahi secara menyeluruh.
Anggota DPRD DKI Jakarta Ramly Muhammad mengungkap adanya dugaan matahari kembar di tubuh PTSP yang memicu ketidakharmonisan dalam lingkungan kerja.
Temuan tersebut telah disampaikan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam forum rapat paripurna sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif.
Menurut Ramly, persoalan bermula dari keberadaan pejabat wakil kepala DPMPTSP yang berasal dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata).
Pejabat tersebut diduga membawa sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dari instansi asalnya ke lingkungan PTSP, sehingga memicu perpindahan gerbong pegawai.
Kondisi ini dinilai menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif. Bahkan, muncul rasa saling curiga di antara pegawai yang berpotensi mengganggu kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Ramly menegaskan bahwa apabila terdapat pegawai dengan kinerja yang tidak optimal, seharusnya dilakukan evaluasi secara objektif, bukan melalui praktik yang berpotensi memperkeruh suasana internal.
Ia memperingatkan bahwa situasi tersebut dapat memicu dualisme kepemimpinan atau matahari kembar di dalam organisasi.








































