jateng.jpnn.com, SEMARANG - Abu vulkanis dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan belum memasuki wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah. Kendati demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena abu vulkanis dapat mengandung partikel yang berisiko bagi kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam mengatakan masyarakat perlu melakukan langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan, terutama jika sewaktu-waktu abu vulkanis mencapai wilayah Semarang.
“Alhamdulillah surat edaran dari BMKG ya, kalau memang abu vulkanisnya di Kota Semarang ini masih negatif. Namun, kami tetap menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap waspada,” kata Hakam saat ditemui JPNN.com di kantornya, Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (8/9).
Hakam menjelaskan abu vulkanis mengandung sejumlah material yang berbahaya apabila terhirup atau mengenai mata dan kulit, terutama bagi masyarakat yang memiliki alergi.
“Ini berisiko karena tidak hanya debu, tetapi ada kandungan kaca, ada SiO2 (silikon), ada besi, ada aluminium,” ujarnya.
Menurut Hakam, material tersebut dapat menyebabkan iritasi apabila masuk ke saluran pernapasan melalui hidung atau mulut.
“Ketika itu masuk dihirup melalui hidung ataupun mulut, itu pasti akan membuat iritasi di saluran napas,” ujarnya.
Iritasi dan paparan berulang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga infeksi paru atau pneumonia.














































