jateng.jpnn.com, SEMARANG - Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali mencatat sejarah baru di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Dalam rangkaian Upacara Wisuda ke-87 yang berlangsung selama dua hari, sebanyak 841 wisudawan resmi menerima ijazah berbasis teknologi blockchain, menjadikan mereka angkatan pertama di Indonesia dengan sistem verifikasi ijazah digital tersebut.
Hari kedua sekaligus penutupan wisuda digelar di Ballroom Rama Shinta, Patra Semarang Hotel & Convention, Kamis (30/4), dan diikuti oleh 440 lulusan dari Fakultas Ilmu Komputer (FIK).
Para wisudawan berasal dari tujuh program studi diploma, sarjana terapan, hingga sarjana di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer. Mereka melengkapi total 841 lulusan yang diwisuda selama dua hari pelaksanaan.
Suasana prosesi berlangsung khidmat sekaligus penuh kebanggaan karena bukan hanya menjadi momen kelulusan biasa, tetapi juga penanda transformasi baru dalam sistem pendidikan digital di Indonesia.
Rektor Udinus Pulung Nurtantio Andono mengatakan wisuda bukan akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal memasuki dunia profesional yang sesungguhnya.
Karena itu, Udinus berupaya memastikan para lulusannya memiliki daya saing internasional melalui penguatan kurikulum dan integrasi sertifikasi global.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah menghadirkan micro-credential international certification melalui kerja sama dengan platform pendidikan global Coursera.
Menurut Prof. Pulung, sistem tersebut memungkinkan mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengakuan internasional dari industri dunia.






































