jpnn.com - NAGAN RAYA - Ratusan hektare lawan sawah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengalami kekeringan.
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya mencatat, hingga saat ini sekitar 600 hektare lebih lahan sawah milik petani di Kecamatan Kuala dan Suka Makmue, mengalami kekeringan akibat kemarau.
"Kekeringan yang terjadi di sejumlah desa di Nagan Raya akibat penurunan debit air yang signifikan pada saluran irigasi serta minimnya curah hujan bagi kawasan tadah hujan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki kepada ANTARA, Sabtu (6/6).
Sawah yang saat ini mengalami kekeringan di Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, tersebar di 11 desa/gampong, di antaranya Desa Ujong Pasi (105 Ha), Alue Ie Mameh (80,25 Ha), Simpang Peut (76,5 Ha), Blang Muko (73 Ha), Blang Bintang (51,2 Ha).
Kemudian, Desa Ujong Patihah (48 Ha), Cot Kumbang (45 Ha), Blang Baro (40 Ha), Kuta Makmue (35 Ha - tadah hujan), serta Ujong Sikuneng (29,5 Ha) dan Pulo Ie (15,75 Ha).
Kekeringan juga terjadi di Kecamatan Suka Makmue, meliputi Desa Seumambek dengan luas lahan mencapai 30,34 Ha, serta Desa Macah dengan luasan 68,38 Ha.
Menurut Marzuki, kedua desa tersebut termasuk ke dalam kategori lahan sawah tadah hujan, sehingga sangat rentan terhadap musim kemarau karena tidak memiliki sumber air alternatif yang memadai.
Dia menjelaskan kondisi ini menyebabkan tanaman padi milik warga mulai menunjukkan gejala layu, pertumbuhan terhambat, hingga berpotensi mengalami penurunan produksi secara drastis jika tidak segera ditangani.







































