jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebanyak 1.130 mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 35 hari yang tersebar di empat kabupaten di Jawa Tengah.
Rektor UPGRIS Sapto Budoyo meminta ribuan mahasiswa itu menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan pengentasan stunting. Termasuk di antaranya penguatan UMKM, pendampingan koperasi, dan literasi digital.
“KKN ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban SKS, tetapi merupakan laboratorium mahasiswa belajar kehidupan secara nyata di masyarakat,” kata Sapto saat melepas mahasiswa KKN di Balairung UPGRIS, Rabu (29/7).
Sapto juga berpesan agar mahasiswa memegang tiga nilai utama UPGRIS selama menjalankan KKN, yakni adaptif, antusias, dan berintegritas.
“Harapannya mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah agar memberikan manfaat dan kontribusi nyata,” ujarnya.
Para mahasiswa akan diterjunkan ke 66 desa di empat kabupaten di Jawa Tengah. Lokasi KKN meliputi Kecamatan Bergas dan Ambarawa di Kabupaten Semarang, Kecamatan Plantungan di Kabupaten Kendal, Kecamatan Mranggen dan Karangawen di Kabupaten Demak, serta Kecamatan Gubug di Kabupaten Grobogan.
Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan KKN UPGRIS Arisul Ulumuddin mengatakan seribuan mahasiswa tersebut akan menjadi agen antinarkoba. Penunjukan ini merupakan tindak lanjut atas kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah.
“Mahasiswa nanti bisa menjadi duta antinarkotika. Harapan kami mahasiswa ini menjadi orang yang cerdas, bertanggung jawab sehingga terjauh dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. (ink/jpnn)








































