jateng.jpnn.com, SEMARANG - Guyuran hujan deras memukul mundur Semarang Night Carnival (SNC) 2026, Sabtu (2/5) malam. Keputusan ini diambil langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti seusai membuka acara.
Mulanya seluruh peserta sekitar 700 orang, termasuk tamu undangan kota/ kabupaten dan 28 negara batal mengikuti rangkaian karnaval, kecuali Drumben Akademi Kepolisian (Akpol) Batalion Bhayangkara Dharma.
Namun, seiring hujan reda, ada segelintir peserta menyusul Drumben Taruna tingkat dua Akpol yang lebih dulu menerabas hujan deras dan genangan banjir di rute karnaval hingga finis Lapangan Simpang Lima.
Mereka memaksa menyusul dari Balai Kota menuju Simpang Lima lalu bersolek memamerkan dandanan dan kostum yang disiapkan sejak pagi hari.
Sementara itu, peserta dari 28 negara memilih mengurungkan diri tak mengikuti karnaval yang batal karena faktor alam.
“Keputusannya adalah banjir, sehingga situasinya tidak memungkinkan. Apalagi mereka dari luar (negeri, red), banjir itu bisa jadi nanti ada berbagai macam hal yang mungkin tidak kita inginkan,” kata Agustina.
Menurutnya, peserta asing tersebut tidak menguasai medan dengan kondisi banjir yang melanda sejumlah rute karnaval semalam. Maka dari itu, diputuskan bagi peserta dari puluhan negara itu untuk tidak turut serta.
“Kalau orang Semarang kan sudah ada awareness (kesadaran, red) bagaimana mereka bisa mengendalikan diri untuk kemana-kemana, tetapi kalau tamu dari luar kan tidak. Mereka pasti akan sangat insecure (tidak percaya diri, red) ketika harus perform (tampil, red) di saat hujan lebat dan bawahnya banjir,” katanya.







































