jpnn.com, JAKARTA - Malam hari menjadi waktu ketika wajah lain Pantai Indah Kapuk (PIK) mulai terlihat. Jika pada siang hari kawasan mandiri terintegrasi itu dipenuhi wisatawan dan keluarga, maka selepas matahari terbenam suasananya berganti menjadi destinasi kuliner dan hiburan yang terus hidup hingga dini hari.
Deretan restoran yang tetap buka hingga larut malam menjadi alasan banyak orang memilih PIK sebagai tempat mengakhiri aktivitas. Mulai dari menikmati hotpot di Hai Di Lao maupun Lao Di Fang, menyantap nasi uduk di Dragon Point, hingga mencari makanan cepat saji di McDonald’s dan Burger King, semuanya bisa dijangkau tanpa harus keluar dari kawasan yang dikembangkan Agung Sedayu Group (ASG) tersebut.
Pilihan kuliner itu dilengkapi restoran seperti Ravino Ravioli Noodle House maupun Dapur Jum yang menawarkan pengalaman bersantap dengan karakter berbeda. Keberagaman menu membuat pengunjung bebas menentukan suasana malam yang diinginkan.
Tidak hanya menghadirkan destinasi kuliner, kawasan PIK juga menawarkan banyak pilihan hiburan. Pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan musik di MiMi Live House, menikmati suasana premium di NOYA, bernyanyi bersama di V-KTV, atau menghabiskan malam di SingSing, M Party maupun Lil Tiger.
Konsep itu menjadikan PIK bukan sekadar tempat makan atau pusat hiburan, tetapi sebuah kawasan waterfront yang menawarkan ritme kehidupan kota dari pagi hingga menjelang fajar.
Menurut Head of Tourism Development ASG Fenny Maria, konsep tersebut memang dirancang agar aktivitas wisata tidak berhenti setelah matahari terbenam.
“PIK adalah waterfront city that never sleeps (kota tepi laut yang tak pernah tidur, red). Selalu ada aktivitas yang bisa dinikmati ketika malam tiba,” ujarnya.
Fenny menambahkan keberadaan restoran yang beroperasi hingga hampir 24 jam membuat pengunjung PIK memiliki fleksibilitas menikmati kawasan sesuai waktu yang mereka inginkan.


















.jpeg)
























