jpnn.com, JAKARTA - Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut masyarakat lebih cermat mengelola pengeluaran, mobil bekas kian dilirik.
Fenomena tersebut turut terlihat dari munculnya konsumen yang tidak hanya melakukan pembelian satu kali, tetapi kembali membeli kendaraan di tempat yang sama.
Pemilik Garasi 91 sekaligus pengamat dan penggiat otomotif Ferdi Kusuma Putra mengakui bagi pelaku bisnis mobil bekas, pola repeat buyer menjadi salah satu indikator hubungan dengan konsumen tidak berhenti pada saat kendaraan diserahterimakan.
Hal itu menjadi salah satu latar belakang Garasi 91 menggelar “Ngopi Asik Bareng Garasi 91”, yang mempertemukan sejumlah konsumen yang telah membeli kendaraan lebih dari satu kali.
Kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai agenda temu pelanggan, tetapi untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen dan menempatkan Garasi 91 sebagai partner otomotif bagi keluarga.
Menurut dia, kepercayaan merupakan modal penting dalam bisnis kendaraan bekas.
“Di bisnis mobil bekas, tantangan terbesar sebenarnya adalah mendapatkan kepercayaan konsumen,” ujar Ferdi Minggu (20/9).
Garasi 91 telah menjalankan bisnis jual beli kendaraan sejak 2014, ketika toko pertamanya dibuka di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Saat ini, Garasi 91 telah memiliki tiga toko.

















































