Saat Acara Masih Berlangsung, Tiba-tiba Mendikdasmen Minta Dipijat

4 hours ago 18

Saat Acara Masih Berlangsung, Tiba-tiba Mendikdasmen Minta Dipijat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Mendikdasmen Abdul Mu'ti meminta salah satu penyandang disabilitas memijat dirinya. Foto: dokumentasi Fortadik

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berjanji akan menambah jumlah sekolah luar biasa.

Selain itu, kata Abdul Mu'ti, pemerintah juga memberikan pelatihan pijat refleksi bagi penyandang disabilitas.

Hal tersebut disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat menghadiri acara buka puasa bersama 1.000 difabel besutan Direktorat Pendidikan Khusus di Masjid Baitut Tholibin, Kemendikdasmen, Jakarta, Sabtu (14/3).

Menteri Mu'ti menegaskan, sesuai amanat UU Sistem Pendidikan Nasional, pemerintah berkewajiban menyediakan layanan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. 

Dia menyebutkan, ada sejumlah kebijakan yang diambil.

Pertama, pemerintah terus memperkuat pendidikan inklusi, yaitu sistem pendidikan formal yang memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus belajar bersama dengan siswa lainnya di sekolah umum.

Kedua, menambah jumlah Sekolah Luar Biasa yang memang dibangun khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Ketiga, Kemendikdasmen juga akan memperkuat pendidikan nonformal melalui berbagai pelatihan keterampilan bagi anak-anak, termasuk penyandang disabilitas.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti berjanji menambah jumlah Sekolah Luar Biasa, sekaligus memberikan pelatihan pijat refleksi untuk penyandang disabilitas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |