Respons Keresahan Presiden Prabowo, Menpora Erick Thohir Buka Suara Terkait Target Piala Dunia

6 hours ago 21

Respons Keresahan Presiden Prabowo, Menpora Erick Thohir Buka Suara Terkait Target Piala Dunia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga Suyadi Prawiro (kiri) dan Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Teuku Arlan Perkasa Lukman (kanan) memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Jumat (10/7/2026). ANTARA/Aloysius Lewokeda

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai keresahan Presiden Prabowo Subianto terkait kegagalan timnas sepak bola melaju ke Piala Dunia 2026 sebagai wujud kepedulian mendalam terhadap prestasi olahraga nasional.

"Bapak Presiden (Prabowo Subianto) secara simbolik pasti maksud dan tujuannya tidak hanya sepak bola, tetapi seluruh olahraga yang memberikan kontribusi yang luar biasa untuk citra dan kehormatan bangsa," kata Erick Thohir kepada awak media di Jakarta, Jumat.

Keresahan itu diungkapkan Presiden saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Menurut Menpora apa yang disampaikan Presiden menunjukkan bahwa Kepala Negara sangat memahami peranan olahraga dalam rangka mengangkat kehormatan bangsa di pentas dunia.

Tidak hanya itu, kata dia, orang nomor satu di Indonesia itu juga sangat memahami pentingnya pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang untuk mempersiapkan para atlet agar bisa berprestasi di panggung internasional.

"Intinya tidak ada program keolahragaan jangka pendek, itu kan kira-kira yang beliau (Presiden Prabowo Subiantio) sampaikan gitu. Dan alhamdulillah beliau juga menyebutkan Pak Menkeu, nah kan jadi sesuai gitu," katanya merujuk pada pentingnya dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pemusatan latihan jangka panjang.

Menpora menambahkan pihaknya terus mendorong pelatnas jangka panjang karena para atlet harus dipersiapkan secara matang untuk bisa meraih mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang seperti SEA Games, Asian Games, Olimpiade.

"Tidak mungkin persiapan Olimpiade 2032 baru disiapkan 2031, enggak mungkin. Tahun depan SEA Games, enggak ada pelatnas tahun ini, enggak mungkin. Asian Games tinggal September, tidak mungkin pelatnas berhenti harus jalan," katanya.(antara/jpnn)

Menpora Erick Thohir menilai keresahan Presiden Prabowo Subianto terkait kegagalan timnas sepak bola melaju ke Piala Dunia 2026 sebagai wujud kepedulian.


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |