Rehabilitasi Kemenhut Berbuah Manis, Orangutan Wenda Melahirkan Bayi di Hutan Aceh

23 hours ago 18

Rehabilitasi Kemenhut Berbuah Manis, Orangutan Wenda Melahirkan Bayi di Hutan Aceh

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Orangutan Sumatera (Pongo abelii) bernama Wenda sukses melahirkan seekor anak di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Foto: dok Kemenhut

jpnn.com, JAKARTA - Kabar gembira datang dari dunia konservasi. Seekor bayi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) lahir di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Bayi tersebut berasal dari induk bernama Wenda, orangutan yang direhabilitasi dan telah hidup bebas di habitat alaminya sejak 2014.

Pada 29 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 wib, tim Post Release Monitoring (PRM) mendeteksi keberadaan 1 (satu) individu orangutan betina dewasa tampak menggendong bayinya.

Setelah diamati lebih dekat orangutan tersebut adalah Wenda sedang menggendong bayi, yang diperkirakan bayinya berusia kurang dari seminggu dan berjenis kelamin betina.

Tanda-tanda kehamilannya mulai teridentifikasi sejak Januari 2026 melalui perubahan fisik yang diamati selama kegiatan monitoring.

Kelahiran ini menjadi bukti keberhasilan program rehabilitasi dan pelepasliaran satwa liar yang dijalankan secara berkelanjutan oleh Kementerian Kehutanan bersama para mitra konservasi.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan kehadiran bayi ini adalah simbol harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan yang tak ternilai harganya.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat upaya konservasi, menindak tegas perdagangan satwa liar ilegal, dan memastikan bahwa setiap orangutan yang dilepasliarkan memiliki kesempatan hidup, beradaptasi, dan berkembang biak di habitat alaminya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan kehadiran bayi orangutan adalah simbol harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan yang tak ternilai harganya

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |