jatim.jpnn.com, KEDIRI - Lapas Kelas II A Kediri bersama aparat penegak hukum (APH) menggelar razia gabungan di seluruh kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP). Hasilnya, petugas tidak menemukan telepon seluler maupun narkoba dalam penggeledahan di Blok A, B, dan C.
Kepala Lapas Kelas II A Kediri Gatot Tri Rahardjo mengatakan razia tersebut merupakan bentuk sinergi dengan TNI, Polri, dan BNN untuk memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.
"Kami bersinergi dengan TNI, Polri, dan BNN melalui razia gabungan serta tes urine di Blok A, B, dan C. Alhamdulillah, hasil penggeledahan tidak menemukan handphone maupun narkoba, dan seluruh hasil tes urine dinyatakan negatif," kata Gatot di Kediri, Selasa (22/9).
Razia melibatkan personel Kodim 0809/Kediri, BNN Kota Kediri, Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Subdenpom V/2-2 Kediri, dan Polres Kediri Kota. Meski tidak menemukan HP dan narkoba, petugas menyita sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Barang tersebut berupa sembilan sendok aluminium, 10 paku, 12 korek gas, tiga senjata tajam, satu jarum/pinset, tiga set kartu remi, dan satu set domino. Seluruh barang temuan kemudian diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain penggeledahan, BNN Kota Kediri juga melakukan tes urine secara acak terhadap WBP dan petugas Lapas Kediri. Sebanyak 30 WBP menjalani pemeriksaan dan seluruhnya dinyatakan negatif narkotika. Hasil pemeriksaan terhadap petugas juga menunjukkan seluruh sampel negatif.
Gatot mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Kediri mewujudkan Zero Halinar, yakni bebas dari telepon seluler, pungutan liar, dan narkoba. Razia juga menjadi tindak lanjut terhadap 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
"Lapas Kediri akan terus melakukan pengawasan dan pengendalian keamanan secara konsisten melalui sinergi dengan APH," ujarnya.














































