jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung mengamankan sejumlah sampel makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diuji di laboratorium menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan penerima manfaat di Kecamatan Rejotangan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan mengatakan laporan dugaan keracunan baru diterima pada Rabu (29/7), meski para penerima manfaat mulai mengalami gejala sejak Senin (27/7) malam hingga Selasa (28/7).
"Pada Senin malam hingga Selasa siang penerima manfaat sudah mulai merasakan gejala. Namun, kami baru menerima laporan pada Rabu," kata Aris, Jumat (31/7).
Setelah menerima laporan, tim Dinkes langsung mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo untuk melakukan penyelidikan epidemiologi sekaligus mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Sampel yang diamankan terdiri atas nasi, olahan daging sapi, oseng buncis-tempe, dan selada air.
Seluruh sampel kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
"Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu sekitar dua pekan," ujarnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah penerima manfaat, olahan daging sapi yang disajikan tercium beraroma kurang sedap dan memiliki tekstur berlendir saat dikonsumsi.















.jpeg)
























