jpnn.com, BANDUNG - PT Bank Syariah Nasional (BSN) membidik total aset mencapai kisaran Rp87 triliun hingga akhir tahun 2026.
Target optimistis tersebut ditetapkan setelah BSN melesat menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia pada Semester I/2026.
Berdasarkan laporan kinerja teranyar, total aset BSN per Juni 2026 melonjak 20,1% secara tahunan menjadi Rp78,8 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp65,6 triliun.
Realisasi ini melampaui target paruh pertama 2026 dengan tingkat pencapaian mencapai 100,8%.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor menjelaskan kemandirian entitas ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk merespons dinamika pasar secara lebih lincah, sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Danantara.
"Pada tahun 2026, BSN menargetkan total aset sekitar Rp87 triliun, pembiayaan sekitar Rp66 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan kinerja profitabilitas," ujar Alex di Bandung seusai membuka acara Business Review Forum Semester I Tahun 2026, pada Kamis (16/7).
Lompatan aset BSN disokong oleh fungsi intermediasi yang bergerak agresif. Penyaluran pembiayaan perseroan meroket 23,0% YoY menjadi Rp59,6 triliun per Juni 2026, atau telah memenuhi 99,2% dari target semesteran.
Portofolio pembiayaan BSN ditopang kuat oleh sektor perumahan yang mencakup hingga 93% dari total intermediasi.










































