Peringati Hari Diabetes Nasional, dr. Kelvin Candiago Perkenalkan Protokol 3R

4 hours ago 12

Peringati Hari Diabetes Nasional, dr. Kelvin Candiago Perkenalkan Protokol 3R

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Indonesia masih menduduki peringkat kelima di dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF). Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia masih menduduki peringkat kelima di dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF).

Bertepatan dengan momentum Hari Diabetes Nasional yang jatuh pada 18 April, dr. Kelvin Candiago, M.M., MARS., DABRM., seorang dokter dan pengembang ekosistem kesehatan terintegrasi, menyoroti evaluasi terhadap tata laksana diabetes tipe 2 di Indonesia yang selama ini masih sangat bertumpu pada pendekatan medicine - centric.

Berbekal observasi mendalam yang berawal dari pengalaman pribadi mendampingi sang ayah yang memiliki diabetes dengan komplikasi penyakit jantung, hingga praktik klinisnya, dr. Kelvin menyadari pengendalian angka gula darah semata tanpa diikuti perbaikan sistem tubuh dan gaya hidup tidaklah cukup. 

Pendekatan konvensional yang ada belum sepenuhnya mampu mencegah risiko komplikasi lanjutan secara berkelanjutan.

"Pendekatan medicine - centric sangat penting untuk stabilisasi kondisi awal, tetapi secara desain belum ditujukan untuk perbaikan pola hidup jangka panjang,” jelas dr. Kelvin, Sabtu (18/4).

Menurut dia, dalam penanganan diabetes yang berkelanjutan, medikasi seharusnya diposisikan sebagai jembatan, bukan tujuan akhir.

"Kita membutuhkan kombinasi yang terstruktur antara medikasi, nutrisi, dan monitoring," tambahnya. 

Maka dari itu, dalam pengembangan pendekatan penanganan Diabetes Tipe 2, dr. Kelvin Candiago memperkenalkan sebuah kerangka metodologis yang dikenal sebagai Protokol 3R. 

Indonesia masih menduduki peringkat kelima di dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |