jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat keandalan distribusi energi nasional melalui digitalisasi sistem monitoring armada kapal berbasis teknologi Smartship.
Sistem Smartship merupakan sensor berbasis Internet of Things (IoT) yang dipasang pada kapal untuk mengirimkan data operasional secara berkelanjutan ke pusat monitoring.
Saat ini, sebanyak 70 kapal milik Pertamina Patra Niaga telah terintegrasi dalam sistem tersebut, sehingga memungkinkan pemantauan operasional kapal secara real-time dari pusat monitoring di darat.
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto mengatakan digitalisasi monitoring armada menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus menjaga keandalan distribusi energi ke berbagai wilayah Indonesia.
“Pemanfaatan sistem monitoring terintegrasi memungkinkan kami memantau pergerakan kapal, kondisi operasional, hingga faktor eksternal seperti cuaca secara real-time. Hal ini membantu memastikan armada dapat beroperasi lebih efisien sekaligus menjaga kelancaran distribusi energi nasional,” ujar Arif.
Melalui sistem Smartship, perusahaan dapat memantau berbagai parameter operasional kapal, mulai dari posisi dan rute pelayaran, kondisi cuaca, hingga indikator operasional seperti slow speed yang berpengaruh terhadap efisiensi pelayaran.
Dari total 70 kapal yang telah terintegrasi, sebanyak 22 kapal di antaranya telah dilengkapi teknologi monitoring yang lebih canggih sehingga mampu memantau data operasional secara lebih komprehensif.
Mulai dari navigasi kapal, performa mesin, hingga aktivitas kargo dan bunker. Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus menambah jumlah kapal yang dilengkapi teknologi tersebut.










































