jpnn.com - Perangnya di Iran, krisisnya bisa di Indonesia: krisis batu bara –berakibat krisis listrik. Penyebabnya dua: produksi batu bara berkurang dan harga ekspor naik.
Produksi berkurang bisa dilihat dari dua sudut: yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Yang menyenangkan: pemerintah kelihatannya sengaja membatasi produksi batu bara. Agar tidak dikuras seperti delapan tahun terakhir. Alam hancur. Cadangan menipis.
Yang kurang menyenangkan: itu akibat persetujuan pemerintah yang lambat atas rencana kerja tahunan perusahaan-perusahaan tambang.
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--
Banyak perusahaan tambang yang empot-empotan pada akhir 2025. Sampai Desember tahun itu rencana kerja mereka untuk 2026 belum disetujui, padahal biasanya sebulan sebelumnya persetujuan sudah di tangan.
Perang Iran kelihatannya akan lebih panjang dari mimpi bersama Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Krisis batu bara juga bisa berakibat panjang –sampai seperti listrik di Indonesia ikut kena rudal.

.jpeg)










































