Koster Sorot Budaya Bali di Era AI, tak Boleh Menerkam Kearifan Lokal

1 day ago 35

Minggu, 19 Juli 2026 – 19:41 WIB

Koster Sorot Budaya Bali di Era AI, tak Boleh Menerkam Kearifikan Lokal - JPNN.com Bali

Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) di acara 5th International Conference on Digital Humanities 2026 yang gelar Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (18/7). Foto: Humas Pemprov Bali

bali.jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa transformasi digital di era modern harus menjadi instrumen untuk memperkuat identitas budaya dan menjaga kelestarian lingkungan.

Koster mengingatkan agar kecanggihan teknologi tidak justru mengikis nilai-nilai lokal yang menjadi jati diri masyarakat Bali.

Hal tersebut ditegaskan Koster saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam ajang bergengsi 5th International Conference on Digital Humanities 2026 yang gelar Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (18/7).

Dalam forum tersebut, Koster menekankan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan alias artificial intelegence (AI), harus diarahkan untuk mendukung kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

"Kemajuan teknologi dan transformasi digital tidak boleh menerkam kearifan lokal.

Sebaliknya, teknologi harus mampu menguatkan identitas budaya dan kearifan lokal itu sendiri," ujar Gubernur Wayan Koster.

Konferensi internasional tahun ini mengusung tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman, yakni "AI, Digital Ethics, and the Future of Geotourism".

Acara ini mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi, hingga pengambil kebijakan dari berbagai belahan dunia untuk membedah masa depan geowisata di era akal imitasi (AI).

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa transformasi digital di era modern harus menjadi instrumen untuk memperkuat identitas budaya dan lingkungan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
| | | |