Ketum KSPSI: Perkembangan di Timur Tengah Ngeri-Ngeri Sedap, Buruh Harus Tahu

8 hours ago 24

 Perkembangan di Timur Tengah Ngeri-Ngeri Sedap, Buruh Harus Tahu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketum KSPSI Jumhur Hidayat cemas dengan perkembangan di Timur Tengah, sehingga buruh harus tanu dampaknya. Foto dokumentasi KSPSI

jpnn.com - Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat mengaku cemas dengan perkembangan perang antara AS-Israel melawan Iran di Timur Tengah.

Suasana sekarang ini kata dia, memang ngeri-ngeri sedap, Kaum buruh pun harus mengerti juga hari demi hari, minggu demi minggu apa yang akan terjadi, dan kalau terjadi dampaknya seperti apa kepada kita.

Jumhur mengaku mendapat laporan dari salah seorang yang bekerja di perusahaan otomotif di tanah air, bahwa otomotif Indonesia itu 65% ekspor. Dari jumlah itu 50% ke Timur Tengah, dan sekarang setop semua. 

"Jadi, artinya kira-kira 30% produksi yang biasanya dilakukan sekarang setop. Kalau 30% disetop berapa lama jangka waktunya bisa ketahuan berapa ribu buruh yang bakal di-PHK dan sebagainya. Itu baru satu sektor," tutur Jumhur saat mengantarkan Diskusi Forum Urun Rembug Serikat Buruh di Jakarta, Selasa (10/3).

Namun ia meyakini tentu ada mekanisme kita sebagai bangsa bisa mengatasi ini. Ia bersyukur karena Indonesia itu termasuk negara yang international linkagenya masih kecil. 

Global supplay chain kita masih kecil sekali. Itu artinya tingkat ketergantungan Indonesia pada dunia internasional jauh lebih kecil dibanding dengan negara-negara tetangga. 

Menurut Jumhur volume perdagangan kita cuma USD 600 miliar. Ia membandingkan dengan Malaysia di atas USD 700 miliar, Singapore USD 550 miliar, padahal penduduk cuma 3 juta. "Artinya, hubungan kita dengan luar negeri relatif jauh lebih rendah sehingga ketika ada masalah di luar negeri tidak memukul kita habis-habisan," ujarnya.

Sementara itu, menjawab pertanyaan peserta, Ekonom Senior INDEF Dr. Fadhil Hasan mengemukakan, Presiden Prabowo Subianto harus lebih berperan secara diplomatik dalam mencegah meluasnya dampak perang di Timur Tengah.

Ketum KSPSI Jumhur Hidayat cemas dengan perkembangan situasi di Timur Tengah, sehingga buruh harus tanu dampaknya terhadap Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |