Kenaikan Harga LPG, Dedi Mulyadi Minta Warga Inovatif Manfaatkan Energi Alternatif

5 hours ago 17

Kenaikan Harga LPG, Dedi Mulyadi Minta Warga Inovatif Manfaatkan Energi Alternatif

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Warga mengantre untuk membeli elpiji 3 kilogram di pangkalan LPG 3, Jalan Terusan Suryani, Kota Bandung, Senin (3/2/2025). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusulkan kepada masyarakat untuk menggunakan bahan bakar alternatif sebagai langkah merespons kenaikan harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

Energi alternatif yang dimaksud adalah kayu bakar hingga mengubah kotoran sapi menjadi biogas.

"Kami di daerah mendorong untuk masyarakat menggunakan energi yang lainnya, bukan hanya menggunakan LPG, tapi juga bisa menggunakan misalnya, di daerah perkampungan, banyak kayu bakar, pakai kayu bakar," kata Dedi di Bandung, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, masyarakat harus bisa inovatif dalam memaksimalkan sumber energi yang tersedia, tidak hanya mengandalkan LPG yang harganya bisa naik.

"Jadi, memang harus berusaha menyesuaikan dengan tingkat kemampuan kebutuhan, dan saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas," ucapnya.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram menjadi Rp 228 ribu atau naik 18,75 persen. Sementara itu, harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram naik menjadi Rp 107 ribu. (mcr27/jpnn)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta masyarakat untuk memanfaatkan energi alternatif seperti kayu bakar dan biogas di tengah kenaikan harga LPG nonsubsidi.


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |