jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusulkan kepada masyarakat untuk menggunakan bahan bakar alternatif sebagai langkah merespons kenaikan harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.
Energi alternatif yang dimaksud adalah kayu bakar hingga mengubah kotoran sapi menjadi biogas.
"Kami di daerah mendorong untuk masyarakat menggunakan energi yang lainnya, bukan hanya menggunakan LPG, tapi juga bisa menggunakan misalnya, di daerah perkampungan, banyak kayu bakar, pakai kayu bakar," kata Dedi di Bandung, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, masyarakat harus bisa inovatif dalam memaksimalkan sumber energi yang tersedia, tidak hanya mengandalkan LPG yang harganya bisa naik.
"Jadi, memang harus berusaha menyesuaikan dengan tingkat kemampuan kebutuhan, dan saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas," ucapnya.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram menjadi Rp 228 ribu atau naik 18,75 persen. Sementara itu, harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram naik menjadi Rp 107 ribu. (mcr27/jpnn)








































