Kecam Perdamaian Kilat PWI-Hotman Paris, JMP: Marwah Pers Jangan Selesai di Meja Makan

4 hours ago 13

 Marwah Pers Jangan Selesai di Meja Makan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) tiba di Gedung Jampidsus Kejagung, Jumat (17/7/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani

jpnn.com, JAKARTA - Rekonsiliasi kilat antara Ketua PWI Pusat Akhmad Munir dan Hotman Paris di atas meja makan dinilai merendahkan martabat wartawan jilid dua.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Paguyuban Jurnalis Mitra Polri (JMP) Ikhwan Amdi Azis di Jakarta, Kamis (30/7).

Ketua JMP menilai luka yang ditimbulkann kompromi instan ini jauh lebih perih ketimbang makian awal "Lu Punya Otak Enggak Sih".

Ikhwan Andi Aziz mengatakan para bos yang berdamai itu tertawa renyah di depan hidangan, sementara ribuan jurnalis di lapangan menanggung malu.

"Wartawan berdarah-darah menjaga marwah, elite murah banget berkompromi pakai dalih 'Demi Persatuan Indonesia'. Apa hubungannya penghinaan ini dengan persatuan bangsa?" sindir Ikhwan.

Secara hukum, JMP mencium bau amis. Kasus baru berjalan seminggu dan saksi baru diperiksa, namun laporan langsung dicabut.

"Ini jadi preseden buruk: besok-besok, silakan lecehkan wartawan, asal ujungnya selesai lewat diplomasi piring makan," tandas Ikhwan.

Skandal "damai meja makan" ini bikin sesepuh pers gerah dan turun gunung. Wartawan senior Dimas Supryanto langsung menelanjangi narasi "Persatuan Nasional" yang dipakai elite untuk cuci tangan.

Jurnalis Mitra Polri mengkritik perdamaian kilat PWI bersama Hotman Paris yang selesai di meja makan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |