jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie menyatakan bahwa pihak-pihak yang menyebut Jokowi terlambat mengunjungi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, jelas tidak paham tahapan penanganan bencana.
Hal tersebut disampaikan Grace dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Sabtu (19/9).
“Dalam tahapan penanganan bencana, ada fase tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Pada hari-hari pertama yang dibutuhkan makanan, obat-obatan, evakuasi, tenda, dan kebutuhan dasar lain,” kata Grace.
Pemerintah sudah bekerja pada fase ini. Sebulan kemudian persoalan berbeda.
“Sampai sekarang masih banyak yang bertahan di pengungsian. Rumah-rumah bekum bisa ditempati. Untuk kegiatan belajar mengajar masih dalam keadaan darurat. Gereja rusak dan karena itu, untuk neribadah, jemaat menggunakan tenda,” lanjut Grace.
Ia menegaskan, bantuan yang dibawa Jokowi ke Palue adalah 4000 zak semen, 3000 lembar seng, dan 100 tandon air, bukan mie instan, bukan obat-obatan.
“Semen dan seng adalah bahan untuk memperbaiki dan membangun kembali. Sementara tandon air untuk membantu penyediaan air bersih,” kata Grace.
Jadi pertanyaannya bukan kenapa baru datang setelah sebulan, melainkan apakah sebulan setelah gempa, masyarakat Palue sudah pulih?

















































