jpnn.com, JAKARTA - Kemampuan memahami soal masih menjadi kendala yang kerap dihadapi siswa saat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Tak sedikit peserta didik yang sebenarnya menguasai materi, tetapi gagal meraih nilai optimal, karena kesulitan menangkap maksud pertanyaan atau membaca informasi dalam soal.
Melihat kondisi tersebut, Ganesha Operation (GO) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Workshop Penguatan Guru Mata Pelajaran Wajib TKA Tahun Ajaran 2026/2027 di Kupang.
Kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Kupang, SMAN 3 Kupang, dan SMAN 5 Kupang itu diikuti guru Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris dari berbagai SMA, SMK, dan MA.
Workshop tidak hanya membahas materi pelajaran, tetapi juga membekali guru dengan strategi mengembangkan soal TKA berbasis literasi serta teknik melatih siswa membaca, memahami, dan menganalisis soal secara lebih cepat dan tepat.
Harapannya, siswa tidak lagi kehilangan nilai hanya karena gagal memahami konteks bacaan, grafik, maupun ilustrasi yang disajikan.
Guru Matematika SMAN 4 Kupang, Yuliasmi N. S. D. Kana, mengaku memperoleh banyak wawasan baru.
Menurutnya, materi yang diterima akan langsung diterapkan dalam penyusunan asesmen di sekolah agar karakter soal yang dihadapi siswa semakin mendekati TKA.


















.jpeg)
























