Danantara adalah Mesin Kemakmuran Negara

5 hours ago 18

Oleh: Arief Poyuono

Danantara adalah Mesin Kemakmuran Negara

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Komisaris Pelindo Arief Poyuono. Foto: supplied

jpnn.com - Pada Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Danantara Indonesia, yakni Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Ini adalah tonggak strategis dalam sejarah ekonomi nasional.

Dengan aset kelolaan melampaui USD 900 miliar atau sekitar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB), Indonesia kini memiliki instrumen yang mampu mengonsolidasikan kekuatan ekonomi negara dalam satu kendali yang terarah dan profesional.

Lebih dari sekadar penggabungan lebih dari 1.000 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danantara adalah perubahan paradigma.

Negara tidak lagi hanya menjadi pemilik aset, tetapi bertransformasi menjadi pengelola nilai. Aset-aset strategis yang sebelumnya tersebar kini disinergikan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar, lebih efisien, dan lebih berkelanjutan.

Dengan inspirasi dari Temasek Holdings Singapura dan Khazanah Nasional Malaysia, Danantara tidak berhenti pada peniruan model, melainkan mengadaptasi dan memperluasnya sesuai dengan skala dan kompleksitas Indonesia. Inilah fondasi bagi lompatan menuju Indonesia Emas 2045.

Menjawab Kekhawatiran, Menguatkan Keyakinan

Dalam setiap inisiatif besar, skeptisisme adalah hal yang wajar. Diskursus mengenai sovereign risk, yakni risiko kegagalan negara dalam memenuhi kewajiban finansial atau perubahan kebijakan yang merugikan investor, sering kali muncul dalam konteks pembentukan dana kekayaan negara.

Namun, penting dipahami bahwa risiko tersebut bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan justru menjadi dasar untuk membangun sistem yang lebih kuat.

Danantara mencerminkan evolusi menuju State Capitalism 2.0, sebuah model di mana negara tidak sekadar hadir, tetapi hadir dengan disiplin pasar.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |