jpnn.com, JAKARTA - Pada 8 Agustus 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi disahkan sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci Muhammadiyah dalam rangka penguatan hubungan institusional antara Polri dan salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Pengukuhan ini menjadi simbol nyata dari komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam sambutannya pada upacara pengukuhan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri dan Muhammadiyah memiliki visi serta semangat yang sejalan dalam melindungi masyarakat Indonesia dari berbagai ancaman.
Pernyataan ini bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan mencerminkan kesadaran mendalam bahwa keamanan nasional tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas elemen bangsa.
"Kita memiliki semangat dan tekad yang sama untuk menjaga masyarakat kita dari ancaman. Dalam situasi apa pun, Indonesia tetap bisa bertahan dan tetap bisa bertumbuh,” demikian ditegaskan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam kesempatan tersebut (8/8/2026).
Kapolri secara khusus menekankan pentingnya silaturahmi yang berkelanjutan dan kolaborasi yang produktif antara Polri, Muhammadiyah, dan Tapak Suci.
Dia berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara secara keseluruhan. Hubungan ini dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Analis politik dan hukum sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens memberikan penilaian mendalam terhadap pernyataan Kapolri tersebut.









































