BMKG Sebut Tujuh dari 10 Daerah di NTB Berstatus Kekeringan

2 days ago 30

BMKG Sebut Tujuh dari 10 Daerah di NTB Berstatus Kekeringan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tujuh daerah dari total 10 kabupaten/kota di NTB masuk status awas kekeringan. Ilustrasi. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tujuh daerah dari total 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk status awas kekeringan meteorologis.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan kekeringan terjadi akibat kemarau yang diperkuat El Nino dengan indeks +2,26 derajat Celcius.

"Pos Hujan Belo dan Pos Hujan Bolo di Kabupaten Bima tidak mencatat adanya hujan selama 74 hari berturut-turut,” kata Suci, Sabtu (1/8).

Menurut dia, kedua daerah itu masuk kategori kekeringan ekstrem karena sudah lebih dari dua bulan tanpa hujan.

Suci memaparkan tujuh daerah yang masuk status awas kekeringan adalah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Saat ini total terdapat 17 kecamatan pada tujuh daerah di Nusa Tenggara Barat yang berada pada level tertinggi peringatan dini kekeringan meteorologis tersebut.

Menurut dia, fenomena El Nino yang semakin menguat selama kemarau tahun ini telah menyebabkan hari tanpa hujan terus bertambah panjang di sejumlah daerah.

Kondisi penguatan El Nino tersebut diperkirakan dapat bertahan selama beberapa bulan ke depan. Sedangkan, fenomena Dipol Samudra Hindia atau IOD yang saat ini masih netral diperkirakan beralih ke fase positif mulai September hingga Desember 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tujuh daerah dari total 10 kabupaten/kota di NTB masuk status awas kekeringan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |