jpnn.com - ISTANBUL - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim telah membatalkan rencana serangan besar-besaran ke Iran.
Trump pada Sabtu (1/8), menyebut membatalkan serangan setelah Iran dan negara-negara lain di Timur Tengah meminta waktu menyelesaikan kerangka kesepakatan damai.
Trump dalam unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, mengeklaim bahwa semua pihak telah menyetujui batas-batas dari potensi kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera, penuh, dan total, serta diakhirinya ancaman nuklir Iran.
Trump mengaku setuju membatalkan serangan tersebut “demi kepentingan masa depan dunia dan juga demi kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur.”
Namun demikian, Trump menyatakan bahwa keputusan itu bergantung pada kemampuan semua pihak untuk “segera mencapai kesepakatan.”
“AS berada dalam kondisi siap dan siaga untuk melancarkan serangan Republik Islam Iran, dengan tingkat kekuatan militer, daya tempur, dan kemampuan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II,” tulis Trump.
Dia juga mengatakan Israel telah menyetujui komitmen untuk menunda serangan.
“Semua pihak, segera bekerja dan tuntaskan ini,” tambah Trump. (antara/jpnn)


















.jpeg)
























