jatim.jpnn.com, SURABAYA - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap kapal internasional yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak menyusul laporan kasus hantavirus pada kapal pesiar MV Hondius.
Pengawasan diperketat terutama bagi kapal maupun penumpang yang memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit.
Kepala BBKK Surabaya Rosidi Roslan mengatakan masyarakat tidak perlu panik karena mekanisme pengawasan kesehatan di pintu masuk negara telah berjalan rutin sesuai standar kekarantinaan kesehatan.
“Terkait kewaspadaan penyakit virus hanta, pengawasan terhadap kapal internasional memang kami tingkatkan. Namun masyarakat tidak perlu panik karena sistem pengawasan di pintu masuk negara sudah berjalan sesuai SOP kekarantinaan kesehatan,” kata Rosidi, Rabu (20/5).
Dia menjelaskan, kewaspadaan khusus dilakukan terhadap kapal maupun pelaku perjalanan yang memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara yang melaporkan kasus hantavirus.
Negara yang menjadi perhatian antara lain Finlandia, Jerman, Swedia, Chili, Argentina, Panama, Korea Selatan, China, dan Taiwan.
Selain itu, BBKK juga memperketat pengawasan terhadap kapal yang memiliki keterkaitan dengan klaster kasus kapal pesiar MV Hondius yang membawa penumpang dari berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Belanda, Jepang, hingga Filipina.
Rosidi menjelaskan, sebelum kapal memperoleh izin sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, petugas BBKK bersama otoritas pelabuhan akan melakukan serangkaian pemeriksaan teknis kekarantinaan.









































