jpnn.com, BANDUNG - Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bandung Kiwari mengalami peningkatan jumlah pasien di tengah banyaknya warga yang mengalami keluhan demam tinggi, batuk, dan pilek.
Mengutip unggahan akun Instagram RSUD Kiwari, peningkatan tersebut berdampak pada waktu tunggu pelayanan, proses pemeriksaan, maupun waktu tunggu ketersediaan tempat tidur rawat inap.
Meski demikian, untuk pasien yang membutuhkan pelayanan kegawatdaruratan, petugas IGD tetap akan melakukan penanganan sesuai dengan kondisi dan tingkat darurat pasien berdasarkan prosedur yang berlaku.
"Kami terus berupaya melakukan koordinasi dan optimalisasi pelayanan agar seluruh pasien dapat memperoleh pelayanan dengan sebaik-baiknya," dikutip JPNN, Rabu (23/9).
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemerintah tidak menganggap remeh kondisi ruang gawat darurat RSUD Bandung Kiwari yang mengalami peningkatan jumlah pasien.
Menurutnya, sejumlah pasien datang dengan keluhan demam tinggi yang disertai gejala batuk dan pilek. Pemerintah pun memastikan seluruh fasilitas kesehatan tetap melayani masyarakat.
"Prinsip bahwa tidak boleh menolak pasien itu harus berlaku di semua fasilitas kesehatan," ucap Farhan.
Dia menuturkan, penanganan pasien di IGD disesuaikan dengan kondisi pasien. Pasien yang masih membutuhkan pelayanan akan ditangani, sementara mereka yang kondisinya dinilai membaik dipersilakan pulang.

















































