jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Manajemen klub, Match Organizing Committee (MOC), hingga jajaran pimpinan kelompok suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta resmi menandatangani kesepakatan bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta sportivitas selama bergulirnya kompetisi BRI Super League musim 2026/2027.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh empat elemen kelompok suporter besar di DIY, yakni Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) yang mewakili PSS Sleman, serta Brajamusti dan Mataram Independent (The Maident) dari kubu PSIM Yogyakarta.
Deklarasi damai yang diinisiasi oleh Polda DIY pada Rabu (16/9) itu juga disaksikan oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengapresiasi deklarasi damai dan berharap poin-poin kesepakatan yang dibuat dapat direalisasikan sepenuhnya di lapangan.
"Kegiatan ini tentunya diharapkan dapat berjalan sesuai harapan kami. Menjadi hal baik untuk mengawali pertandingan kedua tim," kata Ihsan.
Poin Penting Kesepakatan Bersama
Dalam deklarasi tersebut, para pihak menyepakati lima poin utama pernyataan sikap. Poin kelima secara spesifik mengatur komitmen ketat bagi para suporter, yang mencakup:
1. Tertib Berlalu Lintas: Wajib memakai helm, dilarang membonceng tiga orang, tidak memakai knalpot blombongan, bebas minuman keras, sajam, serta dilarang membawa tongkat bendera jenis apa pun (bambu, kayu, pipa, maupun tiang pancing) saat menuju dan pulang dari stadion.
2. Keamanan Pertandingan: Dilarang menyalakan flare, laser, kembang api, petasan, bom asap, serta menghindari tindakan intimidasi, provokasi, dan narasi negatif di media sosial.














































