jateng.jpnn.com, SEMARANG - Memasuki satu dekade perjalanan bisnis, SUN Energy mulai memperluas fokus usaha dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ke solusi energi terintegrasi bagi sektor industri.
Perusahaan kini tidak hanya menawarkan pemanfaatan energi surya, tetapi juga menggarap efisiensi energi, sistem penyimpanan listrik, manajemen energi, hingga elektrifikasi kendaraan operasional.
Head of Marketing SUN Energy Anggita Pradipta mengatakan perkembangan kebutuhan pelanggan menjadi salah satu alasan perusahaan memperluas lini bisnis tersebut.
Menurut dia, kebutuhan dunia usaha terhadap energi bersih saat ini sudah semakin kompleks. Jika sebelumnya pemanfaatan energi surya menjadi fokus utama, kini perusahaan juga membutuhkan solusi untuk kebutuhan mobilitas dan elektrifikasi.
“Kalau 10 tahun perjalanan kita mungkin sudah berhasil menunjukkan angka kapasitas solar energy yang terpasang. Sekarang ada cerita baru mengenai mobility dan elektrifikasi,” kata Anggita dalam diskusi bertajuk A Decade of Impact SUN di Semarang, Jumat (18/9/2026).
Chief Customer Relations and Marketing Officer SUN Energy Oky Gunawan mengatakan selama 10 tahun beroperasi, perusahaan telah mengembangkan kapasitas energi surya lebih dari 430 megawatt (MW).
SUN Energy juga telah memperluas operasionalnya ke sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik, antara lain Australia, Vietnam, dan Thailand.
Perkembangan tersebut, kata Oky, membuat perusahaan mulai menempatkan diri bukan hanya sebagai pengembang PLTS, tetapi sebagai penyedia solusi energi yang mencakup berbagai kebutuhan pelanggan.














































